antara menara dan sayap
Genres: Indie Pop | Moods: Sadness, Slow, Slow Sad | Voices: Female Voice | Tempos: Slow, female vocals
00:00 / 00:00
Lyrics
Di perut kota, manusia berjejal tanpa wajah,
waktu memeras keringat hingga lupa jeda.
Langkah mereka cepat,
seperti kutu kerja yang takut diam.
Menara menusuk langit dengan dada congkak,
tak bisa dipeluk, tak bisa dipahami.
Berbeda dengan tugu yang rendah hati,
yang mengenal ujung dan pangkal rindu.
Ada cinta yang berbentuk perangkap,
dibungkus pujian, disimpan sebagai koleksi.
Perempuan dijadikan serangga langka,
dipuja, lalu dipakukan kenangan.
Aku menolak menjadi spesimen dunia,
menolak jaring bernama ambisi.
Kupilih pergi dengan sayap sendiri,
kupu-kupu yang selamat dari hatarakibachi.