Isco tanah banten
Pop
00:00 / 00:00
Lyrics
(Intro)
(Suara petikan gitar yang ceria atau melodi synth ringan)
(Verse 1)
Mentari datang menyapa jendela
Ada semangat yang tak pernah reda
Kuikat tali sepatu, siap melaju
Menjemput mimpi yang sudah menunggu
Banyak cerita di sepanjang jalan
Kadang tertawa, kadang kelelahan
Tapi bagiku itu seni kehidupan
Tak ada kata untuk menyerah di tengah jalan
(Pre-Chorus)
Dengarkan detak jantung ini
Menyuarakan sebuah janji...
(Chorus)
Namaku Isco, pengejar mimpi
Takkan berhenti sebelum kupetik bintang di langit tinggi
Namaku Isco, dengan senyuman ini
Kuukir jejak di setiap sudut bumi
Inilah aku, Isco yang apa adanya
(Verse 2)
Tak perlu silau dengan warna mereka
Aku punya pelangi sendiri di dada
Mungkin tak cepat, tapi ku pasti
Menuju puncak yang kucari selama ini (Bridge)
Dunia mungkin luas, tantangan mungkin besar
Tapi jiwaku takkan pernah merasa gentar
Selama kaki berpijak, selama doa terucap
Aku kan tetap tegap...
(Chorus)
Namaku Isco, pengejar mimpi
Takkan berhenti sebelum kupetik bintang di langit tinggi
Namaku Isco, dengan senyuman ini
Kuukir jejak di setiap sudut bumi
(Outro)
Namaku Isco...
(Ooo-ooo-ooo)
Hanya Isco...
Menuju masa depan yang terang.
(Verse 1)
Di antara bisingnya dunia yang bicara
Aku sering merasa hilang tak berdaya
Seperti bayangan di balik cahaya
Ada, namun tak pernah dianggap ada
(Verse 2)
Mereka melihat tapi tak menatap
Mereka mendengar tapi tak menangkap
Tentang rahasia yang kusimpan rapat
Tentang luka yang belum juga sembuh didapat
(Pre-Chorus)
Hari ini kuangkat kepalaku
Menghentikan ragu yang membelenggu...
Lihatlah di sini, aku ada dan aku nyata
Meski tak sempurna, ku kan terus melangkah
Menembus sunyi, menghapus semua duka
Sebab aku ada... dan aku nyata
(Bridge)
Aku bukan lagi sekadar nama dalam cerita orang lain
Aku adalah penulis dari setiap detak jantungku sendiri
Tak perlu izinmu untuk menjadi diri...
(Outro)
Aku ada...
(Aku ada...)
Dan aku nyata...
(Sangat nyata...)
Aroma laut tercium dari kejauhan
Tanah kesultanan, saksi ribuan kenangan
Di sini ku berpijak, di tanah para pemenang
Antara riuhnya kota dan ombak yang tenang.
Dari Serang hingga ke ujung Anyer yang indah
Langkah kakiku takkan pernah merasa lelah
Debu jalanan Cilegon, dinginnya lereng Gunung Karang
Semua terekam, membuat rindu selalu datang.Bukan sekadar tempat aku dibesarkan
Ini rumah, tempat doa-doa dipanjatkan
Darah Jawara mengalir di dalam nadi
Takkan menyerah, tetap teguh menjaga diri. Aku lahir di Banten, tanah yang penuh makna
Di bawah langit biru, ku rajut mimpi bersama
Dari barat Jawa, suaraku menggema
Banten di jiwa, selamanya akan ku jaga!
Mendengar gema bedug di kejauhan
Melihat mercusuar menjaga pelabuhan
Ke mana pun kaki ini akan melangkah
Banten tetaplah tempatku untuk singgah.
Aku lahir di Banten, tanah yang penuh makna
Di bawah langit biru, ku rajut mimpi bersama
Dari barat Jawa, suaraku menggema
Banten di jiwa, selamanya akan ku jaga!
Di sini aku lahir...
Di sini aku besar...
Banten... Tanah para Jawara